Friday, October 22, 2010

Helm SNI

Yak setelah seminggu ga nulis, saya mulai nulis lagi dee...
Sekarang saya ingin berbagi cerita dengan temen-temen tentang pengendara motor / bikers. Disini saya juga seorang bikers ko, jadi saya lumayan cukup taulah masalah-masalah yang sering dialami para pengendara motor di jalan. Yang saya sayangkan kenapa banyak bikers yang suka ugal-ugalan sih? udah gitu kaga mau tanggung jawab kalo salah. Kalo ada apa apa misal bikers ditabrak mobil udah berasa paling bener aja maki maki pengendara mobil. Saya jadi emosi tiap liat motor dijalan yang ugal ugalan, sebenernya apa sii yang mereka cari??

Susah ya klo dijalan naek motor pelan2???? Apa mentalnya busuk ampe udah tau salah ga mau bertanggung jawab? sering juga banyak motor yang ga mau ngasih jalan buat kendaraan bahkan orang yang mau puter balik atau nyebrang jalan,maen bablas aja. Liat orang/mobil mau nyebrang/puter balik bukannya di lambatin tapi malah dikencengin supaya lewat duluan? apa mental bikers indonesia kaya gitu semua? pastinya engga kan? buat apa ada himbauan safety riding klo ga dilaksanain?



Yang lebih miris lagi masih banyak bikers yang tidak memakai perlengkapan bermotor yang lengkap, contoh gampangnya aja helm. Entah kenapa, masih banyak yang tidak memakai helm saat mengendarai motor. Padahal kita semua tahu, helm (yang saat ini sudah diwajibkan berstandard SNI) merupakan salah satu piranti untuk keselamatan pengendara motor, terutama untuk melindungi kepala saat ada benturan karena kecelakaan. Padahal make helm juga bisa melindungi kita dari panas matahari ato ujan ketika musimnya. Apa susahnya sii????

Terdapat data yang cukup mencengangkan terkait dengan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor. Data Global Road Safety Partnership (GRSP), lembaga internasional berbasis di Jenewa, menyebutkan 84 persen kecelakaan di jalan raya melibatkan sepeda motor, dan 90 persen korbannya menderita luka parah di kepala. Sedangkan berdasarkan data statistik yang dikeluarkan oleh Departemen Perhubungan, pada tahun 2008 menyebutkan, dari 130.062 kendaraan yang terlibat dalam 56.584 kecelakaan lalu lintas yang terjadi, 95.209 di antaranya adalah sepeda motor (73 % dari total kendaraan yang terlibat).


Tingginya angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor ini, diiringi juga dengan fakta hasil penelitian di Indonesia, bahwa satu dari tiga orang yang kecelakaan sepeda motor mengalami cedera di kepala. Dampak lebih lanjut dari cedera di kepala dapat menyebabkan gangguan pada otak, pusat sistem syaraf, dan urat syaraf tulang belakang bagian atas. Gegar otak biasanya sulit untuk dipulihkan. Tentu saja hal ini dapat mengganggu ketentraman hidup yang bersangkutan dan keluarganya.

Untuk meminimalisir dampak kecelakaan sepeda motor (terutama pada bagian kepala), mengenakan helm yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) saat berkendara merupakan hal yang wajib mendapat perhatian khusus. Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm atau hanya menggunakan helm plastik/topi proyek (tidak memiliki pelindung dalam), jika kecelakaan akan mempunyai peluang luka otak tiga kali lebih parah dibanding mereka yang memakai helm yang memenuhi SNI.


Salah deng!!! bukan yang ini
nii dia yang bener



Gimana?? Apa susahnya sii make Helm, kalo itu emang buat keselamatan diri sendiri 150rb - 200rb mah kenapa mesti mikir-mikir lagi. Apalagi sekarang banyak helm-helm SNI dengan berbagai pilihan dan merk, ga kalah keren ko sama helm-helm yang dipake para pembalap di Moto GP.

ps: Tambahan dari saya, kalo teman-teman ingin berkjunjung ke suatu tempat seperti warung ato toko lebih baik helmnya dibuka. Jangan dipake ato ditenteng, apalagi sedang jalan ato makan bareng si "doi". Gak banget dee...



Ok segitu dulu dari saya.
Sumber

Apapun motornya, Helmnya...


Helmnya SNI dong

0 comments:

Post a Comment